you're reading...
TENTANG KAMI

KESALAHAN YANG DI AKUI OLEH PENCIPTA TELEGRAM

Sikap tegas Pemerintahan Indonesia yang telah melakukan pemblokiran Telegram ternyata mendapatkan hasil. Pavel Durov yang merupakan sang pencipta layanan messaging tersebut akhirnya dibuat kebingungan dan akhirnya mengakui kesalahannya.

Durov sendiri juga mengeluarkan sebuah pernyataan yang isinya untuk melakukan klarifikasi bahwa telah terjadi miskomunikasi selama ini. Durov juga mengakui bahwa selama ini Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika memang telah menghubungi mereka namun sangat lama di tangapi oleh pihak Telegram.

Pria yang berasal dari Rusia tersebut akhirnya merasa menyesal mengenai permintaan dari Pemerintahan Indonesia untuk melakukan penutupan terhadap Channel Terorisme yang ada di Telegram tak segera di tanggapi. Dirinya juga menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan laporan dari timnya mengenai permintaan dari Kominfo.

“Sayangnya , saya tidak pernah menyadari permintaan tersebut yang telah menyebabkan miskomunikasi dengan pihak kementerian,” ucapnya melalui Channel resmi Durov di Telegram.

a

Dengan demikian , akhirnya telah terungkap siapa yang benar dan siapa yang salah dalam kasus tersebut. apa yang telah di nyatakan oleh Menkominfo Rudiantara sebelumnya memang benar bahwa mereka telah mencoba menghubungi Telegram berkali kali. Namun hal tersebut tak pernah mendapatkan jawaban dan akhirnya demi alasan keamanan , Pihak Pemerintahan akan melakukan pemblokiran terhadap Telegram.

Untuk mengeksekusi pemblokiran tersebut , Rudiantara menyatakan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Panglima TNI yakni Gatot Nurmantyo , Kapolri Tito Karnavian dan juga Kepala Staf Kepresidenan yakni Teten Masduki. Bukan hanya itu , Kominfo juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Permintaan Pemerintah Indonesia sangatlah beralasan. Alasannya berada di dalam Telegram , menurut Menteri telah ditemukan sebanyak 17 ribu halaman yang terkait terorisme serta aksi radikalisme lainnya.

“Ada ajakan untuk membuat Bom dan bergabung dengan organisasi teroris,” ungkap Rudiantara seraya menyatakan bahwa yang di tutup oleh Pemerintahan Indonesia barulah layanan Telegram yang ada di Website saja belum menuju ke aplikasinya.

Durov mengakui bahwa dalam saluran telegramnya sangat banyak sekali masalah yang menggandung teroris semua masalah tersebut berada di Channel Telegramnya. Namun Durov menyatakan bahwa setiap bulannya dirinya telah melakukan pemblokiran terhadap ribuan saluran publik ISIS dan menunjukkannya di daftar @isiswatch.

“Kami terus berusaha lebih baik dalam mencegah adanya ajakan teroris , dan selalu terbuka terhadap pendapat tentang bagaimana menjadi lebih baik dalam hal tersebut,’ jelas Durov

Untuk memperbaiki masalah tersebut , khususnya agar Telegram tidak terus di blokir , Durov juga membuat penawaran berupa 3 buah solusi kepada Pemerintahan Indonesia yakni :

  • Dengan memblokir semua saluran publik yang terkait dengan masalah teroris yang sebelumnya telah dilaporkan oleh Kominfo
  • Mengirim Email ke Kominfo untuk membentuk sebuah saluran komunikasi secara langsung yang dapat memungkinkan pihak Telegram dapat bekerja lebih baik dalam mengenali dan menghalangi propaganda teroris di masa depan.
  • Membentuk Tim Pemandu yang mengabdi dengan pengetahuan bahasa dan budaya Indonesia untuk memproses laporan konten yang berhubungan dengan teroris secara cepat dan akurat.

“Saya telah mengirimkan sebuah email kepada Kementerian Kominfo mengenai tiga solusi tersebut untuk mendengar jawaban dari mereka. Saya yakin kita semua dapat secara baik membasmi semua kampanye teroris tanpa mengganggu jutaan pengguna Telegram di Indonesia,” ungkap Durov.

“Saya akan berusaha semampu mungkin untuk terus memperbaharui saluran tersebut dan masalah bagaimana Telegram akan berkembang di Indonesia secara menyeluruh,” ungkap Durov di akhir pernyataan yang ditulisnya.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: