you're reading...
TENTANG KAMI

TUNJANGAN YANG DIDAPATKAN OLEH PARA SUPIR GRAB SAAT LEBARAN

a

Ratusan Pengemudi GrabCar melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Maspion Plaza pada Selasa 4 July 2017. Demo yang dilakukan hanya di ikuti oleh beberapa pengemudi yang mengalami masalah dengan pihak Manajemen.

Di luar dari itu , Pelayanan taksi online tersebut berjalan dengan normal seperti biasanya tanpa ada masalah atau hambatan apapun.

“Operasional tersebut juga banyak dilakukan oleh sebagian pengemudi dan seperti biasanya. Saya tidak mengikuti aksi demo tersebut. Buat apa? Orang yang mengikuti aksi demo hanya orang yang memiliki masalah saja serta yang berlaku curang kalau berlaku jujur mha ngak akan seperti itu,” ungkap Apriyadi yang merupakan salah satu pengemudi GrabCar saat di konfirmasi.

Berbeda dengan para perserta yang mengikuti aksi demo tersebut. Pria yang berasal dari Sumatera tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak mengalami masalah dengan pembayaran bonus lebaran yang telah dijanjikan oleh GrabCar.

Apriyadi juga merupakan supir yang mengetahui masalah mengenai akun yang dibekukan akibat melakukan kecurangan demi insentif lebaran. Salah satu kecurangan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan GPS palsu untuk mendapatkan orderan.

Apriyadi juga mengatakan bahwa sistem yang ditawarkan oleh GrabCar sangat insentif dan sangat menggoda untuk melakukan tindakan kecurangan. Namun Apriyadi merasa hal tersebut juga sangat sulit dilakukan jika harus memberikan Rp 17 Juta bagi para pengemudi.

“Grab tersebut merupakan pertandingan yang dilakukan dengan para pengemudi. Jadi akan ada bonus yang di dapatkan meskipun tarif yang diberikan sangat murah , tapi insentif terus berjalan. Hal tersebut yang membuat orang ingin berbuat curang contohnya , adanya garansi tarif Rp 65ribu dari Jam 5 hingga jam 9 sehingga orang lebih memilih perjalnan yang dekat dekat saja di jam tersebut,” jelasnya.

Namun menurut Apriyadi , dengan jarak yang sangat dekat tersebut sangat tidak memungkinkan para pengemudi untuk mendapatkan Rp 17 Juta bahkan jika di tambah dengan Bonus.

Pria dengan Dua anak tersebut hanya bisa mendapatkan upaha paling tinggi hanya Rp 6 Juta. Pada lebaran ini dirinya mengatakan bahwa dia mendapatkan Rp 11 Jutaan yaitu uang tunai Rp 6 Juta dan 5 Juta yang merupakan tambahan yang diberikan oleh GrabCar para periode 2 minggu sebelum dan sesudah lebaran.

“Saya kemarin mendapatkan Rp 6 Juta dua minggu sebelum lebaran kemarin. Makanya kalau uda ada kata bonus yang berlebihan itu pastinya sudah ada tindakan kecurangan,” ucapnya.

Namun upah yang di dapatkan tersebut masih tergolong upah kotor yang belum termasuk Biaya Bensin , Tol , Parkir serta Top Up aplikasi yang dirinya anggap boros.

Demi mendapatkan sejumlah uang dirinya mengatakan bahwa dirinya rela untuk tidak bersilatuhrahmi atau berlebaran dengan para keluarga seperti supir lainnya.

“Bela belain sih waktu itu , habis sholat Id langsung ambil kunci dan lanjut narik. soalnya anak anak dan istri pada lagi sakit batuk jadi saya berangkat saja mumpung lagi ada kesempatan,”

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: