you're reading...
BERITA KRIMINAL

KELUARGA NOVEL ANGGAP PENUNTASAN KASUS PENYIRAMAN AIR KERAS SANGAT PELAN

2017_04_11_24982_1491898630._large

Keluarga korban penyiraman air keras, Novel Baswedan mengaku bahwa mereka kecewa terhadap pengusutan kasus penyerangan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu berlarut-larut. Sudah sebulan pasca penyiraman air keras ke muka Novel Baswedan, kepolisian belum menemui titik terang hingga saat ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. Kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), keluarga masih menanti kebenaran dari kasus yang menimpa Novel Baswedan.

“Kami juga mendapatkan informasi dari pihak Novel Baswedan dan keluarga bahwa pihak keluarga cukup kecewa, karena kini sudah lebih dari satu bulan pelaku penyerangan belum juga terungkap,” kata Febri di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat 12 Mei 2017.

Untuk perkembangan Novel Baswedan, hingga hari ke-31, tim dokter terus memeriksa kedua buah mata Novel Baswedan. Pengujian perkembangan penglihatan Novel dilakukan dengan membaca huruf dan angka.

Febri menjelaskan bahwa mata kiri Novel Baswedan hanya dapat melihat huruf paling besar di sebelah kiri atas (100/30). Sementara itu, kondisi penglihatan mata kanan Novel Baswedan lebih baik, dapat melihat sampai ke ukuran huruf dan angka yang paling kecil.

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan dengan observasi di dua buah bola mata Novel Baswedan. Untuk mata kanan, pertumbuhan selaput kornea stagnan, dan terjadi inflamasi pada bagian tengah selaput kornea, dan tidak ada infeksi. Sedangkan, untuk mata kiri, pertumbuhannya sejak awal sangat lambat seperti terjadi penghambatan.

Dari hasil foto yang didapat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terlihat kondisi yang stagnan. Tekanan mata sangat tinggi dan melewati batas normal, yaitu mencapai 31, sedangkan tekanan normal hanya berkisar 16 sampai dengan 21.

Ia juga menjelaskan bahwa tekanan mata yang tinggi mempengaruhi menurunnya kemampuan kerja saraf mata. Jika dibiarkan dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan melihat korban.

Oleh karena itu, tim dokter memberikan tambahan obat untuk mangatur tekanan mata yang mengandung steroid. “Tim dokter juga sudah melakukan uji tes darah untuk mengecek kalsium dan potasium dalam darah,” tambahnyanya.

Pada Selasa, 9 Mei 2017 kemarin, pihak kepolisian sempat menahan seorang terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Novel berinisial AL. Penahanan terhadap AL bermula saat tim penyidik dari kepolisian mengunjungi Novel Baswedan di rumah sakit di Singapura.

Pada pertemuan itu, Novel Baswedan menunjukan foto AL yang diduga pelaku. Namun, setelah diperiksa selama 1×24 jam, polisi melepaskan terduga pelaku dan masih akan mengecek lebih dalam alibi AL pada saat kejadian penyiraman air keras tersebut.

Novel Baswedan disiram air keras pada saat pulang dari masjid setelah menyelesaikan ibadah salat Subuh, kejadian tersebut bertepatan pada tanggal 11 April 2017 lalu. Akibat dari penyerangan ini, penglihatan Novel terganggu dan harus menjalani perawatan intensif di Singapura.

Novel merupakan Kepala Satuan Tugas yang menangani beberapa perkara besar, salah satu di antaranya adalah kasus dugaan korupsi proyek e-KTP kemarin.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: