you're reading...
BERITA POLITIK

WHITE HOUSE HAPUS PERNYATAAN TRUMP PERIHAL LARANGAN TERHADAP UMAT MUSLIM

hungry-history-cooking-for-the-commander-in-chief-20th-century-white-house-chefs-iStock_000004638435Medium-E

Gedung Putih menghapus janji Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang melarang umat Muslim masuk ke Amerika Serikat (AS). Sebelumnya janji kampanye Trump itu ditanya oleh seorang jurnalis di Gedung Putih.

Saat berlangsung konferensi pers dengan pihak Gedung Putih, jurnalis ABC Cecilia Vega bertanya kepada Juru Bicara Gedung Putih Sean Spicer. Vega menanyakan mengapa situs kampanye Donald Trump masih menuliskan pelarangan secara menyeluruh bagi Umat Muslim yang ingin masuk ke Amerika Serikat (AS).

Tulisan itu terkait janji Presiden Donald Trump saat kampanye untuk melarang Muslim masuk ke Amerika Serikat. Padahal setelah menjabat sebagai presiden Amerika serikat, Gedung Putih menyanggah bahwa perintah eksekutif yang ditujukkan untuk memblokir warga dari enam negara Muslim, sebagai bentuk Pelarangan atas Muslim.

“Saya tidak mengetahui apa yang tertera dalam situs kampanye Donald Trump. Anda harus bertanya kepada mereka termasuk tim kampanye Donald Trump,” ujar Spicer pada saat menjawab pertanyaan Vega, seperti yang dikutip Reuters pada Senin 8 Mei waktu AS atau Selasa 9 Mei 2017 waktu Indonesia.

Beberapa menit kemudian, pernyataan Donald Trump itu hilang dari situs. Namun foto yang sempat diambil sebelum ucapan Donald Trump ditarik, menunjukkan bahwa janji kampanye tersebut sudah disiarkan sejak pagi hari.

Semasa kampanye, Donald Trump berulangkali berjanji untuk melarang imigran Muslim masuk ke dalam Amerika Serikat. Bahkan dia juga mempertimbangkan untuk menutup masjid dan akan membuat daftar seluruh warga-warga Muslim di Amerika Serikat.

Tetapi Spicer menegaskan kembali bahwa Donald Trump tidak akan menyasar aturan itu kepada Muslim. Menurutnya, aturan ini ditujukan agar mereka (umat Muslim) yang datang ke Amerika Serikat bisa hadir dengan motif yang jelas.

Beberapa hakim Federal Amerika Serikat menunjukkan hal berbeda. Seorang hakim di Maryland bahkan memblokir aturan itu untuk berlaku pada Maret 2017 lalu. Hakim itu menilai pernyataan Donald Trump di masa kampanye menjadi bukti bahwa hal tersebut sebagai bukti pelecehan terhadap agama, terutama agama Islam.

Jaksa wilayah Hawaii, juga memblokir perintah dari Donald Trump. Menurutnya perintah itu jelas sebagai sebuah pelarangan terhadap umat Muslim.

“Kami tidak bisa menyalahkan presiden atas keliru politik, tetapi kami bisa menyalahkannya karena bertindak salah dan telah melanggar konstitusi,” tegas hakim tersebut.

Saat ini perintah pemblokiran itu tengah masuk dalam sidang banding. Persidangan berjibaku untuk menentukan apakah aturan ini akan berlaku atau tidak, khususnya mengenai larangan umat yang beragama muslim masuk ke Amerika Serikat.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: