you're reading...
TENTANG KAMI

Tradisi Unik Para Jomblo Dari Berbagai Belahan Negara

Image result for 5 Tradisi jomblo di berbagai negara, dari yang lucu sampai ngenes

Jodoh merupakan perkara rumit. Mungkin hampir semua orang setuju dengan pendapat ini. Dari zaman Kuno hingga Era Digital , sulitnya menemukan pasangan hidup menjadi masalah bagi banyak orang. Ditambah kesibukan yang menyita waktu dan kurangnya kesempatan untuk bersosialisasi , jumlah pria dan wanita lajang di tiap negara pun terus bertambah. Rendahnya jumlah pernikahan bahkan sudah menjadi masalah sosial di China dan Jepang.

Tetapi sebenarnya jomblo bukan masalah sosial baru. Sejak berabad abad lalu , kesulitan dalam mencari jodoh sudah bikin pusing nenek moyang kita. Seringnya malah dianggap sesuatu yang memalukan. Karena itulah berkembang berbagai tradisi yang bertujuan untuk membantu si Lajang agar enteng Jodoh. Ada juga tradisi untuk mempermalukan mereka yang tak kunjung berumah tangga. Berikut beberapa di antaranya :

  • Festival Mempelai – Bulgaria

Image result for Festival mempelai - Bulgaria

Para pemuda dan pemudi keturunan Rom ( Gipsi ) di Bulgaria yang masih lajang mencari jodoh lewat Festival Mempelai yang di langsungkan di Stara Zagora empat kali dalam setahun. Disini para pemuda Rom dari komunitas Kalaidzh , keturunan imigran kelas pekerja yang mencari nafkah sebagai pengrajin tembaga bertemu , berdansa , dan mencoba untuk saling memikat , kadang ditemani oleh orang tua masing masing. Tujuan utama mereka mencari calon suami ydan calon istri.

Biaya pernikahan dan pengaturan Finansial setelah menikah juga bisa dibahas selagi berkenalan. Pasalnya , Kalaidzh merupakan warga dari golongan ekonomi menengah kebawah. Bagi mereka , pernikahan yang baik tak cukup hanya dilandasi cinta. Mendapatkan jodoh dengan harga yang pantas juga hal yang sangat penting.

Itulah tradisi dan hari istimewa yang didedikasikan khusus untuk para jomblo.

  • Guanggun Jie – China.

Image result for Guanggun Jie - China

Kalau Korea Selatan punya Black Day , di China ada Guanggun Jie atau hari Lajang. Secara harfiah , Guanggun Jie berarti hari raya ranting terlanjang. Ranting terlanjang adalah sebutan untuk para pejaka tua di China. Tetapi tak hanya para pria yang merayakannya.Guanggun Jie dirayakan setiap tanggal 11 November oleh semua warga di China yang masih belum beruntung dalam soal asmara. Tanggal 11 November dipilih karena menggunakan empat angka 1 , menyerupai orang yang sendirian.

Tradisi Guanggun Jie pertama kali dirayakan oleh para mahasiswa di Universitas Nanjing pada tahun 1993. Tradisi ini kemudian mereka bawa sampai lulus dan akhirnya populer hingga keseluruh China. Belakangan , Guanggun Jie dimanfaatkan oleh Industri E-Commerce dan berkembang menjadi hari belanja Online terbesar di dunia.

  • Black Day – Korea Selatan

Image result for Black Day - Korea Selatan

Bisa dikatakan Black Day merupakan hari raya kaum Jomblo di Korea Selatan. Dirayakan tepat dua bulan setelah Valentine’s Day dan sebulan setelah White Day. Pada hari ini , mereka yang tak punya pasangan dan tak mendapatkan hadiah saat Valentine dan White Day akan merayakan kesialan mereka dengan pesta.

Para Jomblo ini memakai baju serba hitam dan menyantap makanan yang berwarna hitam pekat pula , Biasanya Jjajangmyeon ( Mie Pasta Kedelai Hitam ) yang bercitarasa agak pahit. Sambil makan dan minum minum , mereka bebas mengeluhkan kehidupan asmara yang payah sampai hari berganti.

 

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: