you're reading...
TENTANG KAMI

MODEL IKLAN ROKOK MARLBORO TAHUN 50-AN

The-Marlboro-Men

Menurut Democrat and Chronicle,  pria yang bercita-cita jadi model pada tahun 1950-an itu suatu saat didesak oleh agennya untuk ikut audisi iklan rokok.

Saat audisi, ia sudah mencoba beberapa pose dan hampir menyerah karena selalu gagal. Sampai dia kemudian duduk di pagar rel dalam pose seorang koboi.

“Itu dia Pria Marlboro kami,” teriak direktur kasting iklan kala itu.

Maka, selama dua dekade berikutnya pada tahun 1950-an dan 1960-an, Clune menjadi orang yang paling banyak difoto di Amerika. Gayanya yang tidak kovensional menarik perhatian eksekutif iklan di Madison Avenue yang mencari sosok seseorang pria jantan.

Dengan bayaran U$ 1 atau Rp 13.336 per menit, Clune adalah salah satu model dengan bayaran tertinggi pada tahun 1950-an.

Honor itu tidak terlalu buruk bagi seorang anak desa Scottsville, New York, yang dipecat dari pekerjaaannya sebagai penyiar radio WBBF yang dibayar U$ 55 atau Rp 773 ribu seminggu.

“Saya harus berterimakasih pada mereka karena memecat saya,” kata Clune mengenang.

Sebagai putera wartawan legendaris Henry Clune yang menulis kolom ‘Seen and Herad” di Democrat and Chronicle, Clune ingat betapa sulitnya mencari uang pada saat itu. Bekerja di sebuah peternakan sebagai buruh saat itu hanya digaji U$ 35 atau Rp 446 ribu per minggu.

Setelah bekerja menjadi buruh perkebunan serta penyiar radio dan dipecat, dia lalu memutuskan pergi kekota New York dengan hanya berbekal U$ 100 di kantongnya. Dia kemudian bekerja serabutan sambil menunggu audisi. Termasuk menjadi penyobek tiket bioskop.

Ketenarannya kemudian sebagai model Marlboro membawa peruntungan bagi Clune. Citranya sebagai “Marlboro Man” menjadi ikon salah satu kampanye iklan paling dihormati. Clune membantu merubah citra awal Marlboro sebagai rokok wanita menjadi rokok bagi para pria.

Menurut Direktur Biro Iklan Partnerts + Napier di Ronchester, Courtney Cotrupe, “Marlboro Man” adalah permainan perubahan citra. Merek itu awalnya ditujukan untuk perempuan.

Dengan merubahnya dan mengaitkan merek itu menjadi salah satu ikon paling maskulin di Amerika –koboi– penjualan melonjak ke miliaran dolar dan Marlboro menjadi rokok terlaris di dunia. Pria Marlboro telah menjadi sejarah kasus kekuatan iklan.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: