you're reading...
TENTANG KAMI

SURIAH DI DUGA MELAKUKAN KEJAHATAN PERANG DALAM EVAKUASI ALEPPO

aleppo

Sekitar 13.000 orang sudah meninggalkan kawasan tersebut sejak Kamis, menurut badan Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris.

Kesepakatan evakuasi tersebut juga melibatkan daerah yang dikuasai pemerintah di provinsi Idlib yang dikepung pemberontak.

Duta PBB untuk Suriah mengatakan ada rencana untuk membahas kesepakatan damai pada 8 Februari.

Sekitar 7.000 orang masih terjebak di Aleppo, menurut Pengamat Suriah. Kondisi di sana suram, tanpa akses ke makanan dan tempat berlindung serta fasilitas medis yang minim.

alam kelompok yang dievakuasi tersebut, terdapat 47 anak yang sebelumnya terperangkap di panti asuhan, kata lembaga amal PBB untuk anak-anak, Unicef, dalam pernyataan mereka. Beberapa berada dalam kondisi kritis akibat luka atau dehidrasi, kata organisasi tersebut.

Bana Alabed, anak yang cuitannya di Twitter soal Aleppo tersebar di seluruh dunia dan rumahnya di timur Aleppo hancur kena bom, juga termasuk yang dievakuasi.

Menurut pihak PBB evakuasi dilakukan setelah pengepungan dan pengeboman dari udara selama berbulan-bulan oleh pasukan Rusia dan Suriah dalam konflik selama enam tahun itu.

Paulo Pinheiro, Ketua Komisi Penyelidikan mengenai Suriah mengatakan tidak ada keperluan militer untuk membenarkan evakuasi massal warga sipil ke provinsi Idlib.

Komisi itu pada Rabu 1 Maret mengeluarkan laporan yang mengamati pelanggaran-pelanggaran oleh semua pihak pada tahap akhir pertempuran memperebutkan Aleppo.

“Laporan itu menyebut ‘serangan yang sangat keterlaluan’ di mana pesawat-pesawat tempur Suriah menyerang konvoi bantuan kemanusiaan” sebut VOA Indonesia.

Perjanjian untuk mengevakuasi Aleppo timur yang dikuasai pemberontak tidak memberi pilihan untuk tetap tinggal pada akhir pertempuran berkepanjangan, di mana serangan bom setiap hari menyebabkan semua RS di daerah itu tidak berfungsi.

Inti dari penyelidikan berada pada tuduhan bahwa jet tempur Suriah melakukan rangkaian serangan pada 19 September, yang ditujukan pada konvoi bantuan. Wilayah tersebut diberikan izin oleh pemerintah setempat untuk menjadi rute pengiriman makanan dan obat-obatan di Urum al-Kubra, wilayah barat Aleppo.

Bukti kuat menunjukkan bahwa serangan itu menewaskan 20 warga sipil dan pekerja relawan dilakukan dengan terencana.

Dihancurkannya konvoi tersebut, merupakan bagian dari kebijakan pemerintah Suriah yang dengan sengaja ingin membuat warganya di Aleppo menderita kelaparan.

Hasil penyelidikan ini membuahkan kemajuan besar. Pada penyelidikan sebelumnya, PBB tidak bisa menentukan siapa yang melakukan serangan udara tersebut.

PBB melakukan penyelidikan dengan melakukan wawancara dengan 291 orang. Selain itu berdasarkan bukti satelit menunjukkan pesawat yang digambarkan oleh saksi sebagai jet tempur Sukhoi melakukan serangan udara.

 

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: