you're reading...
KEJADIAN NYATA, KISAH SEDIH

MIRIS….. NENEK TUA INI DIPAKSA MENGEMIS DIJALAN OLEH ANAK NYA

a

Wajahnya keriput tatapannya kosong dan tak sanggup lagi berdiri,hanya mampu duduk di kursi roda.Naasnya lagi,keluarga tak ada yang mau menerimanya.

Dialah Yen (65) wanita tua yang mengaku tinggal di penampungan sosial swasta di Kota Medan tampak terduduk lesu di kursi rodanya di Jalan Gatot subroto dekat lampu merah carefour,Kamis (29/12) jam 18.00 wib.

Wanita turunan Tionghoa yang sudah renta ini tampak dikeluarkan dari dalam mobil Van warna putih oleh seorang pria bermata cipit dan dengan kasar menghardiknya agar cari duit dengan cara mengemis.

Yen pun hanya bisa menggerakan roda kursinya sembari membawa baskom dan menengadahkan tanganya kepengendara.Namun tak satu pengendara pun yang peduli.Mereka hanya memandang.

Menyaksikan adanya seorang ibu dipaksa mengemis oleh seorang pria berbadan sehat yang bersembunyi di dalam mobil,awak koran ini pun mendatangi mobil van tersebut dan menyuruh pria Tionghoa itu keluar.

Namun pria bermata cipit yang berusia sekitar 30an tersebut tidak mau keluar dan malah memajukan kendaraaannya ke tengah badan jalan dan kabur.

Yen saat ditanya awak koran ini mengaku dia lupa siapa dirinya karena sudah pikun.Yen mengaku,setiap hari dipaksa seorang pria dan wanita dan seorang anak berusia 12 tahun untuk mengemis dilampu merah jalan gatot Subroto.

“Sudah jalan hidup ibu seperti ini,tak ada yang peduli.Nanti pun kalau mati mungkin tak tahu mau dikubur dimana,”ujarnya lirih sembari menatap langit yang kosong.

Setiap hari,penghasilan Yen hanya bisa sekedar untuk makan walau pun yang didapat terkadang sampai Rp 200 ribu di lampu merah itu saja,namun Yen hanya diberi jatah makan yang diduga dilakukan oleh anaknya tersbeut.

“Sudahlah jangan dibesar-besarkan,karena pemerintah pun pasti tetap tutup mata,mereka melihat tapi tak mendengar nak,”ungkap Yen bijak.

Selanjutnya Yen pun minta ditinggal di perempatan jalan nanti akan ada yang menjemputnya.Sementara itu pihak Poldasu Bagian Sub People Smaggling alias perdagangan manusia saat dikonfirmasi tidak mau mengangkat telepon awak koran ini,saat di SMS pun tak satu pun pejabat Polda yang membalas mungkin lagi sibuk ngurusi hasil perlombaan fotografer.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: