you're reading...
TENTANG KAMI

INILAH PELAKU YANG MEMASUKAN GAGANG CANGKUL KE KEMALUAN PACARNYA

RAHMAT

Motif pembunuhan sadis yang dialami oleh Enno Fahira seorang karyawati PT Polyta Global Mandiri diduga karena korban menolak untuk berhubungan badan dengan sang pelaku. Akibatnya, gadis yang berusia 18 tahun itu tewas secara mengenaskan dengan kemaluan ditancapi gagang cangkul.

Versi pengakuan dari tersangka utama, seusai pertemuan, mereka berdua sempat berciuman. Namun, saat Rahmat ingin menyetubuhi korban, spontan hal itu ditolak oleh korban. Rahmat mengaku  kesal, lalu keluar dari kamar korban.

Saat keluar dari ruangan, Rahmat bertemu dengan dua orang, yakni Dayat dan Imam Pariadi. Rahmat mengaku ditanya. “Apa yang lu lakukan di sini? Lu emang pacar Indah,” ujar Rahmat menirukan omongan R dan IP. Indah adalah nama lain dari korban.

Lalu, Rahmat berkilah. “tak bang, aku tak pacarnya,” Jawab Rahmat.

Rahmat kemudian mengajak dua orang tersebut ke kamar Eno, “Mungkin untuk memastikan” ujar Rahmat.Selanjutnya, saat di kamar Eno, IP langsung membekap wajah korban dengan bantal. Sedangkan Rahmat mencari pisau di dapur.

Di karenakan tak ditemukan pisau dapur, setelah itu Rahmat meninggalkan ruangan dengan maksud mencari sesuatu yang lain dari pisau. Dia melihat cangkul, tak jauh dari kamar korban.

Setelah itu, Rahmat mengambil cangkul dan kembali ke kamar korban. Di kamar Eno, IP masih membekap wajah korban dengan bantal. Sementara itu, orang-orang yang berinisial R memegang kaki korban.

Selanjutnya, mereka menyiksa Eno. R dan IP keluar kamar karena jijik melihat kondisi korban berlumuran darah. Tapi, Rahmat kembali untuk memastikan korban sudah mati atau tidak.

Melihat korban masih bernapas. Rahmat masih kesal dengan perlakuan korban yang menolak untuk diajak berhubungan intim. Dia langsung menggigit payudara kiri korban hingga membekas.

usai-diperkosa-dibunuh-dan-kemaluannya-dicangkul

Seusai korban tak berdaya, maka Rahmat memegang kaki korban ke kanan dan membukanya. Dalam keadaan terkangkang, Rahmat menancapkan gagang cangkul sepanjang 80 cm hingga Eno akhirnya meninggal. Setelah itu, Rahmat mengambil ponsel milik korban.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: